Sekaran. Kota Semarang, 50229

Fakultas Hukum UNNES Prestisius

02486008700 Ext 800

[email protected]

Sekaran Gunungpati

Kota Semarang, 50229

07.00 s.d 16.00

Senin s.d Jumat

024-86008700 Ext 800

[email protected]

Sekaran Gunungpati

Kota Semarang 50229

07:00 - 16:00

Senin s.d Jumat

Menjadi Fakultas Hukum Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional

Unnes Gandeng Polrestabes Semarang, Mewaspadai Susupan Radikalisme Dalam Kampus

SEMARANG – Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (UNNES) gandeng Polrestabes Semarang gelar seminar bertajuk mewaspadai susupan radikalisme dalam kampus, Selasa (15/11/2022).

Kegiatan itu dimotori oleh Pusat studi anti radikalisme dan terorisme (Pusara) Fakultas Hukum Unnes dalam bentuk seminar webinar.

Seminar bertajuk mewaspadai susupan radikalisme dalam kampus, menghadirkan tiga mantan eks Narapidana Terorisme (Napiter) yakni Hadi Masykur, Sri Puji Mulyo Siswanto dan Nur Afifudin sebagai narasumber.

Selain itu FH Unnes juga mengundang  Kasubnit  Binpolmas Satbinmas Polrestabes semarang, Bripka Purnomo Budi Setiyawan selaku pendamping mantan eks napiter  sebagai narasumber.

Wakil Dekan II Fakultas Hukum Unnes Ali Masyhar mengatakan selama ini Pusara selalu ikut mengantisipasi faham radikalisme. Pihaknya juga secara berkelanjutan melakukan penelitian dan  kajian terkait faham tersebut.

“Hal ini untuk menentukan kebijakan kedepan. Pusara juga  meningkatkan pusat kajian ini tidak hanya lokal tapi ditingkat nasional,” tuturnya.

Terkait radikalisme menurutnya, sekitar tujuh tahun yang lalu faham itu hampir berkembang di kampusnya. Kala itu organisasi yang berhasil menyusup di kampusnya adalah Negera Islam Indonesia (NII).

“Namun saat itu masih dalam tahap rekrutmen. Tapi masih bisa kami atasi. Kami berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang,” jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini faham radikalisme sudah tidak ada di kampusnya. Namun demikian Unnes memiliki komitmen tegas mengeluarkan mahasiswanya  jika terpapar faham radilkalisme.

“Kami juga akan memilah organisasi yang akan masuk ke kampus Unnes,” tandasnya.

Kasubnit  Binpolmas Satbinmas Polrestabes Semarang, Bripka Purnomo Budi Setiyawan menambahkan program deradikalisasi di Unnes menghadirkan langsung mantan napiter. Hal ini bertujuan mengedukasi para mahasiswa terkait bahaya radikalisme.

“Selain itu juga memberikan gambaran kepada para mahasiswa terkait dampak yang ditimbulkan apabila terkena faham radikalisme dan terorisme,” tutur dia.

Ia menuturkan materi yang diberkan kepada mahasiswa seminar saat ini adalah mendeteksi dini  faham radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus. Pihaknya berharap adanya seminar ini Unnes terbebas dari faham radikalisme dan terorisme. (*)

Sumber Artikel https://jateng.tribunnews.com/

Tinggalkan Balasan