logo

(024) 8507891

fh@mail.unnes.ac.id

Sekaran Gunungpati

Kota Semarang, 50229

07:00 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

Struktur Organisasi

Saiyek Saeka Praya

Pekerjaan berat dilakukan dengan kebersamaan pasti akan terasa ringan (Saiyek saeka praya)

Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si

Guru Besar

2016-03-14T15:19:08+00:00

Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si

Guru Besar

Pekerjaan berat dilakukan dengan kebersamaan pasti akan terasa ringan (Saiyek saeka praya)

Strategi Hidup

Ketenangan, Kesabaran dan Keikhlasan untuk Ibadah Adalah Awal Kebahagiaan Yang Sesungguhnya

Dr. Rodiyah, S.Pd.,S.H.,M.Si

Dekan

2016-03-14T15:19:18+00:00

Dr. Rodiyah, S.Pd.,S.H.,M.Si

Dekan

Ketenangan, Kesabaran dan Keikhlasan untuk Ibadah Adalah Awal Kebahagiaan Yang Sesungguhnya

Struktur organisasi Fakultas Hukum UNNES mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dan Statuta Universitas Negeri Semarang. Struktur organisasi di Fakultas Hukum  UNNES secara hierarkis sebagaimana  terlihat pada bagan di bawah (Bagan Struktur Organisasi Fakultas Hukum Unnes), menunjukkan bahwa pengelolaan fakultas dilakukan oleh Dekan dan ditingkat bagian, ketua bagian mengkoordinasi pelaksanaan tugas dalam mengelola bagian . Dalam hal-hal yang sifatnya subtansial dan fundamental menyangkut pengembangan fakultas, bagian  dan prodi, Dekan senantiasa berkonsultasi kepada Senat Fakultas. Secara umum, pengambilan keputusan atau pembuatan kebijakan akademik dan kemahasiswaan dilakukan secara  sentralistik, yakni mengacu pada kebijakan di tingkat atasnya. Namun demikian, dalam pelaksanaannya, bagian dan program studi diberi otonomi untuk merancang dan melaksanakan kegiatan akademik sesuai dengan kewenangannya di bawah koordinasi fakultas. Dalam kaitan ini, selain sebagai penanggung jawab utama yang berperan besar dalam pengambilan kebijakan strategis, pimpinan fakultas (Dekan) juga berperan sebagai pengarah dan mitra bagi keseluruhan komponen organisasi di atas.

Dengan demikian, mekanisme pembagian kerja yang diterapkan merupakan wujud implementasi desentralisasi atau pendelegasian kewenangan dari pimpinan fakultas kepada pejabat di bawahnya yang membantu Dekan dalam melaksanakan tugas berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola fakultas secara demokratis.

Pengelolaan fakultas lebih mengedepankan koordinasi fungsional dengan kesadaran akan adanya keterkaitan yang cukup erat antar-komponen fakultas berbasis tugas pokok dan  fungsi masing-masing. Koordinasi ini  dilakukan baik secara formal (melalui rapat koordinasi) maupun secara informal, misalnya dengan melakukan monitoring ke jurusan-jurusan. Selama ini model koordinasi tersebut telah  mampu mendukung tercapainya sinkronisasi pelaksanaan tugas, sehingga pengelolaan fakultas dapat berjalan dengan baik.

Dalam pelaksanaan koordinasi tugas di atas, kendala yang sering muncul adalah terkait dengan masalah komunikasi dan  informasi, serta prosedur /tata kerja yang kadang belum dipahami secara penuh oleh beberapa pihak. Oleh karena itu, forum-forum koordinasi  lebih diefektifkan  didukung oleh perbaikan tata kerja dan penyaluran informasi yang terbuka dan  multi arah.