logo

(024) 8507891

fh@mail.unnes.ac.id

Sekaran Gunungpati

Kota Semarang, 50229

07:00 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

Menjadi Fakultas Hukum Berwawasan Konservasi, Bereputasi Internasional, dan Berkarakter Pancasila.

Pusat Studi ASEAN FH Unnes Nyatakan Sikap Atas Tragedi Kemanusiaan Rohingnya

FH.UNNES.AC.ID – Semarang. Senin (4/9), Pusat Studi ASEAN (PSA) Fakultas Hukum Unnes menyatakan sikapnya atas tragedi kemanusiaan yang menimpa masyarakat rohingya di Myanmar. Berikut bunyi press release yang dikeluarkan oleh PSA FH Unnes.

Sehubungan dengan telah terjadinya tragedi kemanusiaan yang menimpa warga dan para pengungsi rohingnya di daerah Arakan, wilayah Rakhine, Myanmar sejak rangkaian serangan dan operasi militer yang dilakukan secara masif sejak 5 tahun terakhir hingga akhir Agustus 2017.

Pusat Studi ASEAN (PSA) FH UNNES mengecam tragedi kemanusiaan terhadap warga dan para pengungsi Rohingnya yang terjadi di Rakhine Myanmar tersebut. Berdasarkan laporan UN Office of The High Commisioner for Human Rights (UNHCR) PBB hingga September 2017 maupun lembaga-lembaga terpercaya lainnya, diketahui bahwa 60 ribu lebih etnis Rohingnya merasa terancam jiwanya untuk menyelamatkan diri sehingga memutuskan untuk meninggalkan wilayah konflik tersebut. Ribuan korban jiwa telah tewas akibat pembunuhan yang dilakukan secara massal, 64% warga etnis rohingnya dilaporkan pernah mengalami penyiksaan secara fisik maupun mental berupa penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang sekaligus pelecehan seksual terhadap perempuan selama masa penahanan terhadap ribuan warga Rohingnya. Akibat konflik tersebut hak dasar kemerdekaan untuk hidup ribuan warga rohingnya telah dirampas dengan perusakan, membumi hanguskan dan penjarahan massal terhadap tempat tinggal, harta benda, serta sumber penghasilan dan sumber pangan warga yang dilakukan secara masif, selain itu pengabaian ketiadaan penanganan kesehatan terhadap para korban. Kondisi tersebut memaksa puluhan ribu warga Rohingnya mmelarikan dan menyelamatkan diri dari Myanmar.

PSA FH UNNES menilai bahwa tragedi dan konflik kemanusiaan di Myanmar merupakan tragedi kemanusiaan terburuk yang pernah terjadi di kawasan Asia Tenggara selama kurun waktu 10 tahun terakhir ini. Pemerintah Myanmar melalui penguasa junta militer telah melakukan pembiaran terhadap konflik tersebut bahkan terdapat kecenderungan keterlibatan aparat negara baik militer maupun sipil sebagai aktor intelektual dibalik operasi militer secara besar-besaran dengan cara pembunuhan secara massal dan pembersihan etnis (genosida) terhadap warga etnis rohingnya, setidaknya berdasarkan pada laporan PBB pada tahun 2016 serta penginderaan secara satelit oleh UNOSAT terdapat pola-pola (patterns) serangan dengan target terhadap puluhan desa-desa warga etnis rohingnya sebagai target penyerangan.

PSA FH Unnes menilai dan mengkaji dengan seksama bahwa tragedi dan konflik Rohingnya di Myanmar yang terjadi sejak kurun waktu tahun 2013 hingga yang terparah terjadi pada tahun 2016-2017 adalah murni merupakan permasalahan kemanusiaan atau Hak Asasi Manusia (HAM), yakni berupa pelanggaran HAM berat termasuk Kejahatan terhadap Kemanusiaan (crimes against humanity) dan pembersihan etnis (Genocide/Ethnic Cleansing). Hal tersebut termasuk pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia dan Instrumen Hukum HAM Internasional, sehingga untuk itu apa yang telah terjadi atas tragedi yang terjadi di Myanmar terhadap etnis Rohingnya persoalan kemanusiaan menjadi persoalan utama untuk dikedepankan, tanpa mengesampingkan keberlakuan Hukum Internasional maupun kedaulatan negara dimana dalam hal ini berlaku Human Rights beyond Sovereignty. Pelaku kejahatan pelanggaran HAM berat tragedi kemanuisaan di Myanmar harus diproses menurut mekanisme hukum nasional maupun hukum internasional yang berlaku. Apabila di kemudian hari pemerintah Myanmar tidak mampu untuk memproses para pelaku kejahatan internasional tersebut maka PBB melalui kewenangan yang melekat padanya dapat memproses melalui mekanisme hukum internasional yaitu melalui peradilan International Criminal Court (ICC).

PSA FH Unnes mendukung penuh kebijakan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk pro aktif menyelesaikan tragedi kemanusiaan Rohingnya di Rakhine Myanmar, serta mengapresiasi langkah-langkah strategis yang telah ditempuh oleh Pemerintah (Menteri Luar Negeri) dengan berinisiatif untuk mengunjungi Myanmar untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin negara tersebut.

PSA FH Unnes berusaha untuk berperan aktif dan reaktif terhadap segala isu yang ada di kawasan ASEAN dengan merespon isu-isu regional tersebut secara keilmuan dan akademik, bersama ini pula kami mendorong peran aktif negara-negara anggota ASEAN dan PBB melalui organ-organnya yaitu UNHCR dan Dewan HAM PBB (dengan membentuk Tim Pencari Fakta Independen) untuk turut serta berpartisipasi dan segera bertindak dalam menyelesaikan permasalahan tragedi kemanusiaan pengungsi Rohingnya di Myanmar.

Ketua Pusat Studi ASEAN FH Unnes
Sonny S. Wicaksono, SH.MHum.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Agenda
  1. Call for Participants Pendampingan Klinik Manuscript Publikasi Jurnal Internasional

    July 10 @ 8:00 am - September 30 @ 5:00 pm
  2. Seminar Nasional: Pengawasan Keimigrasian Dalam Pengendalian Radikalisme Dan Terorisme

    October 25 @ 8:00 am - 5:00 pm
  3. Lawblillity#2

    3 November 2017 @ 8:00 am - 29 April 2018 @ 5:00 pm

Saiyek Saeka Praya

Pekerjaan berat dilakukan dengan kebersamaan pasti akan terasa ringan (Saiyek saeka praya)

Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si

Guru Besar

2016-03-14T15:19:08+00:00

Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si

Guru Besar

Pekerjaan berat dilakukan dengan kebersamaan pasti akan terasa ringan (Saiyek saeka praya)

Strategi Hidup

Ketenangan, Kesabaran dan Keikhlasan untuk Ibadah Adalah Awal Kebahagiaan Yang Sesungguhnya

Dr. Rodiyah, S.Pd.,S.H.,M.Si

Dekan

2016-03-14T15:19:18+00:00

Dr. Rodiyah, S.Pd.,S.H.,M.Si

Dekan

Ketenangan, Kesabaran dan Keikhlasan untuk Ibadah Adalah Awal Kebahagiaan Yang Sesungguhnya