logo

(024) 8507891

fh@mail.unnes.ac.id

Sekaran Gunungpati

Kota Semarang, 50229

07:00 - 16:00

Senin s.d Jumat

logo

123 456 789

info@example.com

Goldsmith Hall

New York, NY 90210

07:30 - 19:00

Monday to Friday

Menjadi Fakultas Hukum Berwawasan Konservasi, Bereputasi Internasional, dan Berkarakter Pancasila

FGD Bagian Pidana: Mengkaji Provesi Hukum dan Menakar Kekuatan Yuridis CCTV sebagai Alat Bukti

FH.UNNES.AC.ID – Semarang, Baru – baru ini, Bagian Pidana Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengadakan acara Forum Group Discussion (FGD) di Ruang GSG Dekanat Lantai 3, Kamis (28/9). Acara yang dihadiri 105 mahasiswa dan dosen ini membahas tentang ” Mendudukan Kembali ‘Kehormatan Profesi Advokat dalam Penegakan Hukum Indonesia ” dan ” Menakar Kekuatan Yuridis CCTV sebagai Alat Bukti “.

Ketua panitia, Bapak Indung Wijayanto, S.H.,M.H. dalam sambutannya mengatakan kegiatan FGD ini sangat bermanfaat bagi pendalaman pengetahuan mahasiswa mengenai profesi Advokat dan kajian CCTV sebagai alat bukti dipersidangan dilihat dari kekuatan yuridisnya. Indung Wijayanto, menambahkan FGD bagian pidana akan selalu diadakan setiap 3 bulan sekali dengan mengkaji masalah-masalah terkini.

Acara yang dibuka oleh Dani Muhtada, Ph.D mewakili Pimpinan Fakultas dan di moderatori oleh Bapak Diandra Preludio Ramada, SH.,MH disambut antusias mahasiswa.

Adapun materi yang disampaikan narasumber pertama, Bapak Benny Sumardiana, SH.,MH Dosen Bagian Pidana, membahas mengenai Mendudukan Kembali ‘Kehormatan” Profesi Advokat dalam Penegakan Hukum Indonesia. Menurutnya, Advokat adalah profesi yang terhormat hal ini didasarkan pada pengabdian diri serta kewajibannya dalam mengutamakan kepentingan masyarakat dan bukan semata-mata karena kepentingannya sendiri. Selain itu, advokat juga turut serta dalam menegakkan hak asasi manusia (HAM) melalui pemberian bantuan hukum cuma-cuma.

Materi kedua disampaikan oleh Ibu Cahya Wulandari, S.H.,M.Hum Dosen Bagian Pidana, membahas mengenai Menakar Kekuatan Yuridis CCTV sebagai Alat Bukti. Menurutnya, Penggunaan CCTV sebagai alat bukti masih menjadi perdebatan secara yuridis. Hal ini didasarkan yang pertama Tinjauan yuridis penggunaan circumstancial evidence dalam pembuktian perkara pidana dapat diterapkan sepanjang kepada alat bukti-alat bukti yang diakui secara sah oleh undang-undang Pasal 184 KUHAP. yang kedua Circumstancial Evidence sebenarnya dapat menjadi solusi bagi perkara yang sulit pembuktiannya. Karena tidak semua TP memiliki saksi mata. yang ketiga Tidak adanya dasar hukum yang melandasi penggunaan Circumstancial Evidence membuat para penegak hukum tidak semuanya berani menjatuhkan putusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Saiyek Saeka Praya

Pekerjaan berat dilakukan dengan kebersamaan pasti akan terasa ringan (Saiyek saeka praya)

Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si

Guru Besar

2016-03-14T15:19:08+00:00

Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si

Guru Besar

Pekerjaan berat dilakukan dengan kebersamaan pasti akan terasa ringan (Saiyek saeka praya)

Strategi Hidup

Ketenangan, Kesabaran dan Keikhlasan untuk Ibadah Adalah Awal Kebahagiaan Yang Sesungguhnya

Dr. Rodiyah, S.Pd.,S.H.,M.Si

Dekan

2016-03-14T15:19:18+00:00

Dr. Rodiyah, S.Pd.,S.H.,M.Si

Dekan

Ketenangan, Kesabaran dan Keikhlasan untuk Ibadah Adalah Awal Kebahagiaan Yang Sesungguhnya